Monday, 1 April 2013

Mancing Belanak (cara paling mudah dan murah)

Belanak sering digunakan pemancing sebagai umpan untuk target Predator, tapi sebenarnya belanak bisa juga dijadikan target pemancing dengan sensasi yang gak kalah serunya. Tapi banyak pemancing yang merasa putus asa saat mancing ikan ini karena gak paham karakter yang memang berbeda dengan ikan lainnya.
Dibeberapa tempat seperti Jogja dan sekitarnya, memancing belanak bukan lagi hal yang aneh tapi dibeberapa tempat mencing belanak masih dianggap aneh karena memang ikan ini terkenal JAIM alias gak tertarik sama berbagai macam umpan bahkan yang mewah sekalipun.
Belanak mempunyai banyak sekali jenis, dari berbagai jenis tersebut mempunyai kemampuan tumbuh dan berkembang biak serta lokasi yang berbeda pula. Kali ini aku gak bahas masalah jenisnya karena sudah banyak blog yang bahas masalah ini, kali ini aku pingin berbagi pengalaman mancing belanak khusus untuk daerah pelabuhan atau galangan kapal karena di daerah ini belanak mampu tumbuh maksimal apapun jenis.
Memancing belanak di daerah pelabuhan sangat mudah, TAPI kita harus perhatikan beberapa hal :
1. ARUS, belanak akan makan saat arus sedang santai, arus ini sangat tergantung waktu pasang dan surutnya laut, belanak akan makan (bahkan sangat rakus) sesaat sebelum air laut pasang atau sesaat setelah air surut.
2. ANGIN, jika angin semilir biasanya belanak main dipermukaan, jadi teknik fly atau pake tegeg dan pelampung lebih efektif, tapi jika angin lagi kenceng lebih efektif main dasaran. tapi jika angin sangat kenceng mendingan pulang aja, karena belanak punya naluri kuat jika akan terjadi badai atau angin topan.
3. HUJAN, hujan akan membawa banyak lumpur sungai masuk ke muara atau pelabuhan, saran saya mending jangan mancing belanak setelah hujan turun cukup deras, tapi kalau hujan rintik2 justru saat yang tepat karena belanak akan makan seperti kesetanan (sangat rakus) asalkan arus air laut sedang santai.
4. UMPAN, banyak blog telah mempublikasikan umpan untuk mancing belanak, khususnya untuk daerah Jogja dan sekitarnya banyak yang menggunakan tepung terigu atau tepung gandum yang ditanak dengan menambahkan mentega, kuning telur, susu dll, efektif memang karena umpan ini sekaligus bisa menjadi cumming atau bom untuk mengumpulkan belanak. Tapi cara pembuatannya yang relatif memakan waktu, tenaga juga agak mahal dan ribet. kalo aku lebih suka pakai ROTI TAWAR, karena cukup murah sekitar 6 sampai 10 ribu rupiah, tergantung daerahnya. dan itupun bisa untuk mancing tiga kali asalkan nyimpannya ditempat kering dan tertutup rapat. Caranya juga cukup mudah bisa langsung ditancapkan ke kail kemudian bagian atas dipencet agar roti nempel ke kail, atau dicampur dengan air seperti buat adonan tepung saat buat roti lalu tinggal tancap ke kail, persis kayak mancing ikan emas.
5. KAIL, pilihlah kail yang kecil tapi cukup kuat biasanya aku pake ukuran 3, kalo pernah mancing benteur (wader) maka kail belanak lebih besar 2-3 ukuran, tapi pilih yang bener2 kuat karena belanak ada yang sampai 8 kg besarnya, untuk belanak pelabuhan rata-rata sekitar 2 - 6 ons, jika dapat diatas 5 ons ikan belanak cukup kuat untuk mematahkan kail jika kita paksa untuk naik (landed)
6. JORAN, kalo aku lebih suka pake tegeg karena belanak lebih suka main dipinggiran dan cara makannya yang cepat membuat kita sering terlambat untuk hook up, karena itulah aku sarankan pake tegeg yang fast tapper (biasanya bahan carbon).
Kayaknya ini saja yang aku ketahui untuk mancing belanak, mungkin temen2 ada yang punya teknik lain ayo kita sharing, siapa tahu dari hobby mancing belanak ini kita bisa menambah wawasan bahkan sohib. Oke selamat mencoba dan menikmati sensasi mancing belanak, STRIKKEEEE ..

1 comment:

Anonymous said...

di daerah pekalongan saya coba pakai roti tawar tidak mau makan, harus pakai klekap (lumut tambak)